09 November 2011

Cinta Bidadariku, Ibu

Saat-saat pulang ke rumah bagiku hampir selalu menjadi hal yang menyenangkan, betapa tidak, bidadariku ibarat obat atas segala "sakitku", tanpa aku harus mengungkapkan ataupun bertanya dia selalu lebih dulu tahu jawabannya. Tiada yang bisa menutupi kegalauanku ataupun kemajaanku dihadapannya. Sangat pandai bidadariku itu membagi cintanya padaku dan saudaraku yang lain hingga tak satupun merasa kekurangan cintanya. 

Sulit untuk mengungkapkan betapa berharganya dia bagiku, meski terkadang dia terlihat tak sempurna, tak seperti bidadari lainnya, tapi dialah yang paling istimewa bagiku. Dan mungkin aku akan selalu terlihat seperti anak kecil baginya berapapun umurku sekarang. Ya, anak kecil yang selalu ingin mencari perlindungan dengan memeluknya sambil berteriak memanggilnya "ibuuuu...!!". Bidadari itu adalah ibuku sendiri (bukunya Ippho banget ya.. 7 Keajaiban Rezeki)

Apapun yang dimilikinya selalu diberikannya padaku entah aku memintanya atau tidak, bahkan hasil kerja kerasnya dengan sangat mudahnya diberikan padaku, "Yang penting barokah.." katanya, sungguh apapun yang kuminta selalu dipenuhinya bahkan hampir selalu selalu melebihi yang ku minta. Mendoakanku, dengan doa yang jauh lebih panjang daripada doaku untuknya, diiringi tetesan air mata yang juga lebih deras daripada tetesan air mataku. Terbiasa terjaga lebih awal dibanding siapapun bahkan kokok ayam yang biasa membangunkan manusia di pagi hari, khusyuk menemui Sang Pemilik cinta, meminta cinta lebih untuk bisa dibagi2 pada dunianya termasuk untukku.

Seringkali aku menyesal ketika sengaja atau tidak aku menyinggung perasaannya, dan kata maafku selalu terlebih dahulu disambut oleh senyumannya. Ketika aku berpamitan padanya untuk menjalani aktivitasku, mencium tangan dan kedua pipinya, dengan mengucap terima kasih, dia membalas mengatakan "maaf jika selama ini ibu banyak salah, tidak bisa memberikan yang terbaik.." bahkan ketika aku lupa mengucapkan terima kasih padanya kata tersebut tetap diucapkannya. Jika sudah begitu, ingin sekali aku tak meninggalkannya.:')

Di usiaku yang tak lagi muda ini, dia juga menyadari bahwa kelak aku tak bisa lagi sering di sampingnya. Dan dia tak pernah memintaku untuk selalu bersamanya, aku tahu akan sangat berat baginya saat harus kutinggalkan. Melihatku yang sejak lahir di dekatnya dan tiba-tiba harus dipisahkan oleh orang lain yang asing dan baru dalam hidupku. Ah, aku tak bisa membayangkannya. Hingga akhirnya aku pun menyadari bahwa selama ini bekalku menuju ke hidup yang baru itu pun telah disiapkannya dengan rapi, demi melihatku bahagia, meski tak berada disampingnya sesering sekarang. Yah, mengetahui itu, aku semakin sulit berkata-kata, lidahku kelu. Aku hanya ingin memeluknya, menciumnya, mengatakan cinta lebih banyak dari sebelumnya serta mendoakannya untuk membuatnya bahagia, kini dan di kehidupan yang akan datang. 

Sungguh aku tak bisa membalas segala engkau beri padaku duhai bidadariku, ibuku.. Aku hanya bisa memohon pada Allah agar Dia membalas segala yang Engkau berikan padaku dengan yang lebih indah, dengan yang lebih kekal.. Aku mencintaimu, semoga selalu mencintaimu karena Allah..



Sayup-sayup terdengar senandung lagu Pesona Potretmu (Ada Band)



letih terlihat di wajah yang tua itu

tertidur pulas dalam alunan gelap malam
di balik senyummu teduhkanku

terbayang potret kala engkau masih muda
ajarkan sebuah kata cinta dalam hidup
kekuatan kasihmu nyata pulihkan jiwaku
yang kadang goyah

Reff:
pesonamu masih jelas kurasakan hingga kini
menemani hingga ku dewasa
derai air mata dan pengorbananmu 
takkan tergantikan, terima kasih ibu

waktu cepat bergulir sisakan banyak kisah
dia yang kau cinta telah lama meninggalkan
dirimu sendiri
namun tetap kau berdiri tegar pada dunia

Reff:
pesonamu masih jelas kurasakan hingga kini
menemani hingga ku dewasa
derai air mata dan pengorbananmu
takkan tergantikan, terima kasih ibu

[ interlude ]

...menemani hingga ku dewasa
derai air mata dan pengorbananmu
takkan tergantikan, terima kasih ibu

[ Reff ]




tak berhenti meneteskan air mata, sambil mendengarkan lagu ini.. :')
ditemani hujan yang rintiknya semakin merenggang
@rumah cahaya


Mari kita ungkapkan cinta pada orang tua, saudara, sahabat, teman agar mereka tau kita mencintainya :)

Dari Abu Karimah Al – Miqdad bin Ma’ dikariba r.a, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, beritahukanlah kepadanya bahwa ia mencintainya.” (HR. Abu Daud)

4 comments:

  1. jika mengingat kata "ibu" selau membuatku rindu untuk kembali pulang,,masih merasa belum dapat memberi apapun padanya,,satu janjiku ingin segera mnyelesaikan kuliah kan membawa gelar S1 dan membahagiakannya..^_^

    salam kenal aku dari IPB,,kalau berkenan bisa mampir ke blog aku,followback dan tukeran link baut mamnembah teman juga boleh..makasih..^_^

    ReplyDelete
  2. salam kenal juga..
    siip.. ayo berjuang menyelesaikan kuliah, tidak sebatas mencari gelar tapi juga ilmu yg bermanfaat utk dunia akhirat.
    aku dah follow blogmu, kereen bangeet..
    terima kasih sudah berkunjung.. :)

    ReplyDelete
  3. sudah lama suara dari kasih sayang orang ... ??? apakah mungkin setelah kita beranjak dewasa sudah tak dihiraukan lagi ..... sekian lama aku menunggu kata - kata cinnta dari dari orang tua seperti waktu kecil dulu ... trus sampai kapan aku menunggu nya .............. dari anak mu yang jauh di sana .............. salam kenal bro .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan hanya menunggu, cobalah untuk mengungkapkan sayang ke ortu dulu.. semoga membantu :)

      Delete

silakan memberi komentar: